Sunday, February 14, 2021

Pampangan Nama Kios Kota Purwokerto 1


Pertigaan Bakmi Tomang - Perempatan Pasar Wage

Pampangan nama toko merupakan bagian dari identitas dan penanda toko agar mudah ditemukan oleh masyarakat. Pada tahun 2010 ada banyak pampangan nama toko di kota Purwokerto yang masih terlihat jelas menggunakan semen permanen sehingga selama berpuluh-puluh tahun menjadi karya monumental sepanjang jalan Soedirman kota Purwokerto.

Pampangan toko berbahan semen merupakan tren setelah pada masa awal orde baru semua yang secara visual termasuk diantaranya adalah nama toko dan  arsitektur berbau Tionghoa harus diganti dengan tema ke Indonesiaan. 

Toko-toko yang telah berdiri disana sejak masa Hindia Belanda, dan rata-rata bernama toko Tionghoa dan berlanggam Tionghoa harus mengalah demi terciptanya keamanan, walaupun sebenarnya cara ini telah menghilangkan corak khusus ke Tionghoaan dan telah membunuh karakter mereka.

Foto-foto diambil pada saat sebelum dan sesudah jalan Jendral Soedirman dilebarkan antara tanggal 20 Maret 2009 dan 26 Agustus 2010. Pada pemotretan kedua sudah banyak pampangan dan toko yang sebelumnya didokumentasikan hilang atau berubah. Dan menjadi PR seperti apa keadaan tahun 2021 ini, karena belum ada pendokumentasian lagi setelahnya.

Seperti artikel sebelumnya, artikel dijadikan dua bagian 

Berikut foto-foto yang berhasil saya dokumentasikan; terbagi menjadi 2 bagian

Pampangan Nama Kios Kota Purwokerto 1
Pertigaan Bakmi Tomang - Perempatan Pasar Wage

Pampangan Nama Kios Kota Purwokerto 2

Ahli Gigi Wanteg

Toko Sumber Agung

Toko Tjita Sinar Timur

Toko Sidamulja
Toko Eko Buwono

Toko Mantep

Toko "Katjang"

Toko Darma

Toko Bangun

Toko Artomoro



Artikel untuk pertama kali di unggah pada tanggal 28 Agustus 2010 

0 comments:

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya