Wednesday, November 23, 2011

Penyusuran Stasiun Wonosobo

Ini bukan Blusukan berencana, hanya mampir buat sekedar mendokumentasikan sudut-sudut stasiun Wonosobo. Karena satu mobil hanya saya sendiri yang turun dan sedikit mblusuk.
Sabtu 19 November 2011, mumpung pake mobil setir sendiri, dan yang ngikut temen-temen sendiri jadi aku sempet-sempetin mampir ke Stasiun Wonosobo dalam perjalanan ke Salatiga. Sebenernya sepanjang Klampok - Wonosobo saya udah nggak konsen ngelihat ke kanan dan ke kiri untuk nemuin artefak SDS dan bangunan kuno. Ku hanya pasrah sama cuaca yang mendung dan Istriku yang pegang kamera buat dokumentasikan artefak-artefak SDS, yang saya yakin nggak bakalan dapet maksimal, secara nyopirnya juga agak ugal-ugalan (kejar waktu).

Hanya bekal ingat-ingat penyusuran via Google Earth, dan dulu sering juga melintasi jalur ini. Saya masih inget betul dimana rel yang deketan sama jalan raya, mana perlintasan, jembatan, dan mana lagi ya .... hehehe banyak yang berubah setelah sekian lama tidak melewatinya.

Singkat cerita ku dah muter-muter akhirnya nemu juga yang namanya Setasiun kereta Wonosobo. Pertama yang ku temuin adalah bangunan gudang yang berada di Terminal Bus "Dieng", sebenernya ku agak bingung disini karena keadaan bangunan dengan foto yang ku lihat di bantons.wordpress.com agak sedikit berbeda. Sambil jeprat-jepret bangunan-angunan di sana ku sedikit menyusuri gang ke arah timur. dan akhirnya ku temukan juga sebuah bangunan yang mirip sekali dengan bangunan yang di foto oleh mas Banton di  bantons.wordpress.com. Masih ada Wessel dan kantor loket yang sekarang masih aktif sebagai kantor persewaan asset PT. KAI. Disana saya bertemu dengan pak Sudiono sebagai petugas pelayanan dan Kepala setasiun. Sebuah bagan rel dan wessel sempat saya repro.

Banjoemas Heritage
Tampak depan gudang besar

Banjoemas Heritage
Tampak belakang gudang besar dan con block bekas jalur utama rel kereta

Banjoemas Heritage
Tampak belakang gudang besar
Banjoemas Heritage
Perumahan pegawai PT. KAI yang sekarang di sewakan untuk umum juga

Banjoemas Heritage
Con Block Gang yang duluya adalah jalur utama rel dan besi bantalan percabangan

Banjoemas Heritage
Tampak belakang dan wesel

Banjoemas Heritage
Tampak belakang ada gudang kecil, ruang Kepala Stasiun (loket) dan Wesel
Banjoemas Heritage
Tampak Depan, inset nomer aset PT. KAI

Banjoemas Heritage
Bentuk loket dari luar dan dalam

Banjoemas Heritage
Pak Sudiono sedang melayani sewa-menyewa lahan PT.  KAI

Banjoemas Heritage
Bagan rel stasiun Wonosobo (klik +)

Banjoemas Heritage
Peta Kota Wonosobo dan arah jalan ke Stasiun (klik +)


Terimakasih buat pak Sudiono, Agung Gaung dan Istri, Kunts Animator, Istriku + anakku.

12 comments:

Hilmy Nugraha said...

ayo, kapan dilanjut mas? hehe

Mahbub said...

blusukan tanpa rencana aja begini hasilnya. Gimana yang direncanakan... hehe pasti lebih mantep.

Jatmiko W said...

Hilmy, Mahbub, hayuk ... nunggu hari baik, mana poostingan selanjutnya ... hehehe

Dayu Ajie Sasongko said...

sms ekeh om mikooo

Anonymous said...

wah..luar biasa.......dokumen bersejarah yg bermanfaat untuk anak cucu

Jatmiko W said...

Om Dayu, iyaa ...
Anonymous, Terimakasih mari bantu kami mengumpulkan dokumen dan arsip2 bersejarah ...

Anonymous said...

jalur SDS yg itu emang ajib...

Anonymous said...

Dalam rangka apa ke Salatiga? Saya juga sering bolak balik Salatiga Purwokerto. Kalo sepanjang perjalanan saya sering tengok kanan kiri lihat bekas jalur SDS.

Jatmiko W said...

Anonymous, SDS memang www.banjoemas.com banget, Ke Salatiga kondangan sekalian mampir exs. Stasiun Wonosobo

Yoyo said...

mas, itu relnya sampe disitu aja ?
lalu diputar kembali ?

Jatmiko W said...

Iya Yoyo, hanya sampai disitu tapi saya belum tau disana ada turn table apa enggak. salam

Anonymous said...

jadi pengin ke wonosobo nih

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya
Gunakan C-BOX di sidebar untuk komentar umum