Wednesday, May 11, 2011

Suikerfabriek Poerwokerto

Pada tahun 1893 berdiri pabrik gula di Purwokerto yang dipimpin oleh administratur M.C. Brandes. Komplek pabrik gula lengkap dengan perumahan pegawainya. Pada tahun yang sama juga dibangun jalur kereta SDS, sehingga dibangun juga rel yang menghubungkan dengan Stasiun Timur.
Perkebunan tebu yang dimiliki tersebar hingga Ajibarang, Karangpucung, Pamijen, Pandak, Banteran dan Karangbenda (Berkoh), ini terlihat pada jalur rel Lorie pada peta Belanda tahun 1944. Namun daerah yang tidak dapat di bangun  rel lorie tebu diangkut dengan menggunakan gerobak dengan tenaga pendorong manusia.

Pada tahun 1915 perusahaan di pimpin oleh F. H. Schroder

Sisa-sisa pabrik telah berubah-ubah fungsinya hingga sekarang. Setelah pabrik gulung tikar, berubah menjadi gedung olahraga ISOLA, kemudian menjadi gedung Bioskop Presiden, menjadi pusat perbelanjaan Moro dan Rita. Sedangkan perumahan pegawai senior berada di seberang jalan jensud. Perumahan ini pernah di pakai juga oleh TNI untuk perkantoran KODIM, namun entah kenapa pada era bupati Rudjito bangunan ini di jual kepada pihak swasta, dan di bangunlah Ruko Eks. KODIM.

Beberapa foto jadul (foto kuno) yang berhasil saya himpun.
purwokertoheritage
Bangunan pabrik gula Poerwokerto | sekitar tahun 1900

purwokertoheritage
Peta Belanda tahun 1899

purwokertoheritage
Peta Belanda tahun 1928

purwokertoheritage
Peta Belanda tahun 1944

purwokertoheritage
Potret kelompok staf lama dan baru pabrik gula Poerwokerto | sekitar tahun 1900

purwokertoheritage 
Rumah administrator pabrik gula Poerwokerto di Jawa Tengah | Sekitar tahun1900-1905

purwokertoheritage 
Keluarga Korndörffer dengan anak bayinya, foto kepala bayi sudah di sisipkan

purwokertoheritage 
Nyonya Korndörffer dengan putrinya di teras rumahnya


purwokertoheritage   
Sebuah deretan rumah untuk staf senior pabrik gula Poerwokerto. Daniels dan Brandes berpose di kereta terbuka | 1890-1915

purwokertoheritage
Pemandangan selatan perusahaan gula Poerwokerto | Sekitar tahun1900-1905

purwokertoheritage
Menorong gerobak sarat dengan tebu dari Adjibarang untuk perusahaan gula Poerwokerto | sekitar tahun 1905

purwokertoheritage
Jembatan kayu di atas sungai Logawa di Karang Anjar. Jembatan ini diperlukan untuk transportasi tebu perusahaan gula Poerwokerto | sekitar tahun 1900

purwokertoheritage   
Stasiun Timur Poerwokerto dekat dengan Pabrik gula Poerwokerto. Rangkain gerbong barang mengangkut hasil pertanian | sekitar tahun 1900

Poosting pertama pada 30 Juni 10


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License

23 comments:

Anonymous said...

Ada cerita tentang pabrik gula klampok tempo doeloe dari bapak saya ( sekarang umur 79 tahun ), dulu desa kami di banjarnegara banyak pohon duku, berhubung kayu pohon duku adalah yang paling memenuhi syarat untuk bahan bakar di pabrik, pengelola pabrik berani membeli kayu duku Rp. 1 per pohon, akibatnya pohon duku habis dijual penduduk. wiwied - banjarnegara

miko wicaksono said...

Mas Wiwied, tau informasi bekas rel lori untuk pabrik gula klampok nggak?

Yoyo, Perum Kalibagor Indah, Kalibagor, Banyumas said...

wahh Pabrik Gula kan adanya di Kalibagor, tepatnya Sokaraja, kok Stasiun Timur Deket Sama PG PWT[Pabrik Gula Kaibagor], rumah administrasinya aja aku tau banget, yang sekarang dah lumutan, berkali-kali aku lewat situ, kan deket jalan raya, rumah staff lainnya juga di dekat rumah administrasi itu, foto 1 samping kiri belakang PG Kalibagor, kelihatannya anda salah, itu persis banget sama Pabrik Gula Kalibagor

JIka anda ingin tau saya liat komentar pada halaman lainnya di link inin !

miko wicaksono said...

Terimakasih mas Yohanes, klo yang dibicarakan diatas memang suikerfabriek-poerwokerto yang sekarang jadi Moro dan Rita mall(http://www.banjoemas.co.cc/2010/06/suikerfabriek-poerwokerto.html) bukan suikerfabriek-kalibagor (http://www.banjoemas.co.cc/2010/06/suikerfabriek-kalibagor.html) beda nama dan beda tempatnya. kirim alamat lengkap dan no telp mas yohanes ke jatmikowicaksonoatyahoo.com klo saya ada waktu saya mo mampir. terimakasih

Anonymous said...

Rumah2 yg skrg jadi ruko eks kodim, rumah Tuan Besar Pabrik Gula yg dulu jadi pangkalan bus Damri, setasiun timur, saya masih ingat bangunan2 itu ada waktu saya masih SD tahun akhir tahun 70an. Sayang sekali rumah Toean Besar yg dulu bagus sekali skrg sdh tdk ada bekasnya. Di tempat yg sekarang berdiri toko intisari dll, dulu juga bangunan kuno yg besar. Tahun 70an itu kereta api masih 'jalan'

miko wicaksono said...

Anonymous, teimakasih sudah berkunjung ... menurut cerita orang tua juga sama seperti itu. Tapi saya bingung yang jadi pangkalan bis Damri tuh yang jadi Ruko Satria atau yang jadi Bank Mandiri sekarang?

Anonymous said...

Rumah administrator pabrik gula terletak antara Bank Mandiri dan perempatan, sekarang jadi pertokoan, ada Bank Permata, Hero, dsb. Deretan rumah untuk staf senior sekarang menjadi pertokoan yg terletak antara Sri Ratu dan bank Mandiri. Dulu, menurut cerita alm nenek saya, beliau waktu masih kecil, antara th 1915-1920 sering main di rumah administrator pabrik gula tsb. Karena dulu rumah kakek buyut saya berbatasan dg rumah besar tsb, yaitu di kebondalem, yg sekarang sudah berganti pemilik dan mjd apotik Medica dan toko roti Lia.

miko wicaksono said...

Anonymous(lupa kasih nama nihh ya), pasti asik kembali ke jaman anda kecil, di peta yang saya tampilkan (walau kecil) masih terlihat rupanya mana bangunan yang besar dan kecil.

Anonymous said...

fotonya koq gak ada kesan penjajahan belanda yang kejam ya?yang ada tuh tenang,tentram dan damai..apa cerita orang tua dulu boong ya???hahaha

miko wicaksono said...

Anonymous, kalo orang dulu bilang penjajahan Belanda lebih baik dari penjajahan Jepang. Tapi sebaik-baiknya penjajahan masih ada tanam paksa dan kerja paksa yang membuat rakyat kita dulu sengsara bahkan berujung hilangnya nyawa. Pada foto2 yang kami tampilkan banyak yang menampilkan inlander, dimana saat foto diambilpun sebenernya mereka dipaksa untuk berpose. Orang tua yang masih ada sampai sekarang adalah kebanyakan mereka yang mengalami jaman perang kemerdekaan yaitu pada masa Jepang kalah perang dan Agresi militer Belanda I dan II, dimana mereka benar benar ingin menguasai Indonesia yang sudah merdeka dengan segala cara. Belanda hingga kinipun sangat menyesal pernah melepaskan Indonesia yang kaya akan sumber alamnya dan kota-kota gaya Belanda yang pernah didirikannya di Indonesia.

ekosgrafis@blogspot.com said...

ada ga foto2 terminal bis yang dikebondalem..waktu kecil saya masih ingat..terminalnya agak di bawah dari jalan bisnya cuma keliatan atapnya dari arah timur...ekosuryantost@gmail.com

ekosgrafis@blogspot.com said...

sorry salah email ekosudaryantost@gmail.com

Jatmiko W said...

Eko Sudaryanto, ada mas beberapa silahkan bergabung di FB untuk melihat foto-foto Kebondalem, FB Banjoemas Heritage.

Salam

Anonymous said...

Agoes:
Saja mesih menikmati waktoe itoe tahoen 67an soeka naek itoe kereta api koeik dari tapsioen timoer ke tapsioen raja di bantarsoeka poerwokerto dan sebaliknja.

totok said...

Mbah saya dulu bekerja di Pabrik gula Kalibagor

malaikat pelindung sahabat nabi said...

saya penah liat peta wialayah purwokerto tempo dulu ternyata di walayah banyumas umumnya terdapat terowongan penambangan..apa betul dulu di purwokerto trdapat tambang"...saya ingin melakukan penelusuran tolong bantuannya...terimakasih

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Pabrik Gula Purwokerto menjadi Isola dan rumah pejabat pabrik di depan Isola yaitu Kodim Purwokerto. Sekarang pabrik jadi Rita Mall dan Moro... rumah pejabat pabrik gula sudah hancur dijual dan jadi pertokoan depan Rita Mall....hadehhhhh

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Sederetan rumah staf Kondoffer itulah yang dahulu menjadi Markas Kodim Purwokerto depan Rita Mall atau timur Sri Ratu. Depannya ada rell SDS jurusan Purwokerto Wonosobo. Jaman Bupati Joko Sudantoko dijual habis dan menjadi pertokoan sekarang. Sungguh sayang sejuk suasana saat itu kota Purwokerto.

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Rumah Administratur gula tersebut berada di Pertokoan Satria Plaza atau timur Bank Mandiri saat ini. Dahulu merupakan Kantor dan pangkalan bus Damri. Oh ya. RRI Purwokerto sebelumnya pernah menempati di Markas Kodim atau salah satu rumah staf pabrik gula dan Jend Soedirman pernah berkantor di Markas Kodim tersebut yang sudah digusur jaman Bupati Joko Sudantoko

Alwi said...

Saya dulu tinggal bersama Bapak saya di Asrama Tentara Belakang Bank Mandiri (dulu Borsumijj, Gudang Belanda), di depan Gd memang ada Kantor CPM, dan Gedung Isola, bekas PG jadi Gd olahraga. Paman saya bekerja disitu. Komplek Kodim saat itu, 1952, masih ada, dengan banyak kolam di bagian belakangnya. Bapak saya ikut ngurus isi kolam tersebut.

Alwi said...

Saya dulu tinggal bersama Bapak saya di Asrama Tentara Belakang Bank Mandiri (dulu Borsumijj, Gudang Belanda), di depan Gd memang ada Kantor CPM, dan Gedung Isola, bekas PG jadi Gd olahraga. Paman saya bekerja disitu. Komplek Kodim saat itu, 1952, masih ada, dengan banyak kolam di bagian belakangnya. Bapak saya ikut ngurus isi kolam tersebut.

jalin atma said...

visit my site too
ST3 Telkom
and follow my social media instagram please :
Jalin Atma

Danang A Nugroho said...

mantap, jika ingin bergabung ke komunitas banjoemas heritage ini bagaimana caranya?

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya
Gunakan C-BOX di sidebar untuk komentar umum