Sunday, April 3, 2011

Kuburan Belanda Purbalingga


Kuburan Belanda (Nederlandse begraafplaats) berada di JL. LETJEN. S. Parman ini sudah menarik perhatian dari sejak saya kecil. Ibuku yang bekerja sebagai petugas lapangan KB di BKKBN sering ngajak saya ke kantor pusat kabupaten Purbalingga yang hanya 50 meter dari kuburan Belanda. Menarik buat saya karena setiap melewatinya selalu nggak percaya kalo itu kuburan, karena bentuknya beranekaragam beda juga dengan kuburan Cina (bong Cina Banjaran) deket rumah embah.

Banjoemas Heritage

Banjoemas Heritage

Banjoemas Heritage

Banjoemas Heritage

Banjoemas Heritage

23 November 2010 lalu dengan tekad bulat dan itikad baik akhirnya "mblusuk" juga ke kuburan Belanda sendirian. Awalnya ragu sih ... jadi ngambil gambarnya agak jauh, tapi malah membuat saya sendiri nggak puas dengan hasil fotonya. Terpaksa memang harus dideketin satu persatu walau rumput yang meninggi masih basah menempel di sepatu kulitku. Satu per satu saya amati, dari bentuk, posisi dan informasi di setiap batu nisannya. Bangunan tidak banyak yang utuh dan apalagi batu marmer yang memuat nama tanggal lahir dan tanggal kematiannya. Beberapa sudah diperbaiki terlihat dari semen yang masih berwarna "navy gray". Kalau di perhatikan secara keseluruhan ini bukan kuburan tentara Belanda tapi kuburan orang Belanda (mungkin keluarga staf residen, keluarga pemilik perkebunan tembakau, atau keluarga staf PG Bodjong) tahun-tahun kematian berkisar antara 1880 - 1920han (berakhirnya culurestensel, masa-masa berdirinya PG Bodjong, Perkebunan tembakau dan awal dimana belanda membangun kota Purbalingga) dan juga karena dilihat dari bentuknya yang beragam.

Banjoemas Heritage

Banjoemas Heritage

Saya berencana untuk menelusuri silsilah keluarganya namun informasi mengenai nama masih belum maksimal sehingga masih harus di teliti lagi mengenai nama keluarga dan ejaannya (bakalan "mblusuk kesana lagi neeh ... siapa mau ikut?").


14 comments:

Rizky said...

aku mau aku mau.... kapan mau berangkay lagi mas?

miko wicaksono said...

Rizky, sewaktu-waktu tak hubungi ya, kalo mau hunting. PM saya di auteur_miko@banjoemas.co.cc kasih saya nomer yang bisa di hubungi, salam

Pengumpul Buku said...

tentang Purbalingga, menarik juga untuk ditulis di blog ini mengenai proyek pembangunan jalan tembus Purbalingga - Pemalang via lereng sebelah timur gunung Slamet. Saya pernah baca kisah ini di majalah Panjebar Semangat, bahwa ide pembangunan jalan ini datang dari pihak kolonial Belande waktu itu, yang dalam proses pengerjaannya banyak dibumbui kisah-kisah mistis khas Jawa.

miko wicaksono said...

Pengumpul Buku, kebetulan saya belum mendapatkan datanya, jadi belum bisa posting di sini. Bagus banget tuh karena beberapa peninggalan sepanjang jalan tersebut masih terlihat sampai sekarang. salam

fanny Printi Ardi said...

bagus sekali ini pak miko....lanjtkan

miko wicaksono said...

Fanny terimakasih, kapan hanting bareng di Purbalingga

Penjelajah Sungai said...

Ikutan duuunk... aku paling demen dolan ditmpat yg horor-horor...

Anonymous said...

ikutan donk.... biar tau segala tentang tanh kelahiran ane... hehe...

Milo Wicaksono said...

Anonymous, silahkan subscribe di facebok; banjoemas heritage atau twitter @banjoemas

Alwi Muzabet said...

erakhir enyong bali ming purbalingga setahun wingi,,,sempet mampir ming kuburan blandane,nek dideleng karo mata batin,ternyata aura mistiknya esih kentel banget,,,,

hauzan lutfir said...

aku be iya,dadi kepengin bali kie lah

Eko Nurhuda said...

Pak, di Pemalang juga ada kherkof tak terurus. Beberapa nama yang tercatat di sana famili van Rossum, Arie van Baak, sama beberapa nama yang gak ingat. Sempat saya lacak sampe menghubungi beberapa orang dengan nama famili sama, tapi nihil. Cuma kemudian ada referensi kalau Residen Kedu ada yang nama belakangnya van Baak juga.

Nanti kalau ada waktu ta lacak lagi deh.

Salam kenal.

Jatmiko W said...

Eko Nurhuda, terimakasih dusah berkunjung, Pemalang meski kota kecil tapi sama dengan kota Purwokerto banyak menyimpan sejarah pada masa lalunya, kami dukung gerakan peduli sejarah di Pemalang. Salam

Dwi Hatmoko said...


Hebat lah..Mas Jatmiko....Jadi inget punya koleksi foto bangunan sejarah.Kapan-kapan foto-foto bangunan sejarah di Purbalingga saya up load ke blog. Kebetulan tugas anak-anak didik yang saya minta untuk mengabadikan bangunan tua di Purbalingga.
Salam kenal.

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya
Gunakan C-BOX di sidebar untuk komentar umum