Tuesday, July 2, 2013

Stasiun SDS Purwokerto Timur

Memenuhi permintaan pengunjung blog dan follower mengenai masa lalu Stasiun Timur Purwokerto maka dengan senang hati dan sedikit kerepotan akhirnya tulisan ini saya publish.

Stasiun Timur adalah stasiun milik Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) di kota Purwokerto yang di bangun pada tahun 1893 - 1896 lebih tua 22 tahun dibandingkan dengan Stasiun milik Staats Spoorwagon (stasiun Purwokerto sekarang). 

Stasiun ini dibangun pada tahap pertama pembangunan jalur SDS. Melalui surat keputusan Pemerintah Belanda Gvt. Besl. 23 Desember 1893 no. 6, jalur yang di bangun adalah Maos - Purwokerto Timur sepanjang 29 km yang baru diresmikan pengoperasinya pada tanggal 16 Juli 1896. Jalur ini melewati kota Maos - Rawalo - Panisinan - Tinggartugu - Glempong - Tinggardengkol - Gringging - Sampang - Kebasen (Gambarsari) - Patikraja - Sidabowa - Tanjung - Purwokerto Timur.
Stasiun Timur adalah stasiun pertama yang di bangun di kota besar dibandingkan dengan kota-kota lain di sepanjang jalur itu, maka dibangunlah dipo sebagai pendukung untuk perbaikan dan perawatan kereta. Stasiun Maos adalah stasiun milik Staats Spoorwagon yang di bangun pada tahun 1887, dan  SDS hanya mendompleng dengan sebuah halte kecil di sisi Utara Stasiun yang sekarang menjadi halte Pertamina. Stasiun Timur juga terhubung dengan Stasiun Besar (SS) setelah pembangunannya pada tahun 1918.
Banjoemas Heritage
Stasiun Timur SDS

Banjoemas Heritage
Stasiun Timur SDS

banjoemas.com
Setasiun Timur Purwokerto (Sumber Wikipedia)

Banjoemas Heritage
Stasiun Timur SDS Pada masa Agresi Militer Belanda (1946-1948)

Stasiun Timur adalah stasiun besar dan ramai, hingga dibangun juga Hotel Tram di depan Stasiun Timur. Dimana penumpang bisa transit semalam sebelum melanjutkan perjalanannya kesesokan harinya, karena kereta masa itu tidak beroprasi pada malam hari.

Banjoemas Heritage
Tram Hotel
(Sumber www.delcampe.net)
Banjoemas Heritage
Tram Hotel

Banjoemas Heritage
Tram Hotel


Foto Dokumentasi diambil dari :
Spesial thanks buat cak Priambodo Prayitno (Olivier Johannes) untuk foto-foto dalam kartupos.
Tropenmuseum Royal Tropical Institute
www.indiegenggers.nl
www.delcampe.net 
www.gahetna.nl
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

12 comments:

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Alhamdulillah saya lihat sekarang Stasiun Timur SDS Purwokerto menjadi Paparonz Pizaa dan pertokoan Stasiun Timur...padahal ada bangunan setelah wujud asli di atas berupa stasiun berbentuk tembok permanen...Ingat coba pembaca bahwa Tramhotel adalah kantor PJKA sekarang di barat Gedung Bola atau Gedung RRI Purwokerto sekarang.

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Betapa sejuknya Purwokerto tempo dulu

Jatmiko W said...

Nur Wahyu Adiwijaya, terimakasih kunjungannya yang sekarang RRI bukanya dulu adalah gedung Sociteit Slamat pak Nur ? atau memang istilahnya gedung Bola, tahun berapa itu pak? Terimakasih

Zhie-zha Richter said...

Masbro, apa kabar??? sekarang bagian selatan udah mulai dibongkarin tuh buat mall 2 lantai, listen2 kontraktornya anak perusahaan PT. KAI sendiri. udah mulai ilang deh sejarah kota lama poerwokerto.....

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Memang seharusnya Pemerintah Daerah mempertahankan kota lama sebagai kota sejarah dan sejuk sedangkan pengembangan ke wilayah selatan yaitu Gunung Tugel dan Sokaraja mestinya..... bukan malah ublek ublek nang kota

NUR WAHYU ADIWIJAYA said...

Gedung Bola sebab disitu para Nederlander melakukan pesta dansa dan ada bola berputar berkerlip di tengan gedung lama. Bentuk gedung lama mirip dengan Gedung Tramhotel atau kantor PJKA sekarang. Atap limas segi empat. Istilahnya cafe lah begitu sebab baratnya kan hotel dan depan hotel atau pertigaan Paparonz Pizza adalah stasiun kereta Stasiun Timur

jeri said...

Saya baru tahu bahwasannya petak sampang - maos dahulunya terhubung jalur kereta. Pasalnya saat melewati jalan tersebut sama sekali tidak terlihat bekasnya, seperti layaknya jalur lain.

budi wahyono said...

Siang Mas Jatmiko.. kalau tdk salah Gedung Sociteit Slamat letaknya di timur toko Aroma, disitu dulu ada bangungan belanda yang pd th 90an sempat digunakan utk Cafe.Bangunan teras depan berbentuk setengah lingkaran seperti bola, sayang sekarang sudah dihancurkan. Kalau melihat struktur bangunan RRI terlihat bukan bangunan belanda

Jatmiko W said...

Nur Wahyu Adiwijaya & Jeri terimakasih

Budi WahyonoGedung timur toko Aroma adalah gedung milik SDS dan sekarangpun masih ada tanda PT. KAI disana, RRI adalah bangunan baru yang sekarang, Dulunya adalah socitied Slamet, kabarnya dulu Tan Malaka pernah berorasi disana.

jalin atma said...

mantappp informasinya mendetail dan sumbernya jelas.ditunggu postingan selanjutnya.visit my site too
ST3 Telkom
and follow my social media instagram please :
Jalin Atma

Anonymous said...

Bung Jatmiko kalau mau nyari arsip Tentang stasiun Purwokerto dimana yah

Jatmiko W said...

ke jatmikow@banjoemas.com silahkan

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya
Gunakan C-BOX di sidebar untuk komentar umum