Friday, June 25, 2010

Perumahan Suikerfabriek Kalibagor

Rumah Administrator Pabrik Gula Kalibagor Pietermaat

www.banjoemas.com
Rumah Pietermaat administrator perusahaan gula Kalibagor. Dia berdiri dengan Nolson dan Clarkson ke rumah

www.banjoemas.com
Pasangan Pietermaat dan Nyonya Mulder di teras rumah mereka di perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Teras depan rumah seorang administrator di perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Bagian belakang rumah administrator perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Kuda-kuda di bawah pohon beringin di halaman belakang rumah administrator

www.banjoemas.com
Interior rumah administrator perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Tuan Peter dan ibu Lutjens dan seorang wanita di beranda rumah administrator perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Mr dan Mrs Pieter Maat duduk di meja di ruang makan dari administrator rumah gula perusahaan Kalibagor

www.banjoemas.com
Kamar kerja istri Mr Peter Maat seorang Administrator ukuran perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Rumah administrator dengan garasi pada perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Foto bersama di teras rumah putaran pada administrator perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Foto bersama tiga wanita di sebuah gazebo di perusahaan gula Kalibagor

Rumah Yang Lain di Pabrik Gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Setengah benar sebuah rumah semi-terpisah baru pada perusahaan gula Kalibagor, di beranda Mr Sepuluh Cate dengan anak

www.banjoemas.com
Kepala engineer Ottenhoff duduk bersama keluarganya di beranda rumah mereka di Kalibagor

www.banjoemas.com
Rumah akuntan perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Rumah baru pengawas pabrik W. Lange dan istri perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Rumah tua semi-terpisah di perusahaan gula Kalibagor, Montir Jager kiri dan kanan Von Balluseck

www.banjoemas.com
Bagian kiri dari rumah tarpisah di perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Rumah karyawan dari perusahaan gula Kalibagor masing ditempati oleh W. Lange, J. Ottenhoff, Franz dan Ten Cate

www.banjoemas.com
Sebuah taman di sebuah rumah di perusahaan gula Kalibagor

www.banjoemas.com
Bangunan tua ampasloods dibuat oleh mr. Jonkers dan dikonversi menjadi lima rumah, dijuluki Avenue Pipa

Semua data gambar diambil dari Wikimedia Commons dan Tropenmuseum

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:j6tzz_pKeSh-BM:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/41/Commons-logo-en.svg/456px-Commons-logo-en.svg.png
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Tropenmuseum_-_Logo_zonder_tekst.svg/100px-Tropenmuseum_-_Logo_zonder_tekst.svg.png

14 comments:

Yoyo said...

kakak, ada foto jalur lori dari PG Kalibagor, jalur kereta api Stasiun Timur - Stasiun Sokaraja Tempo Doeloe ga ? aku dah nemu jalur lori apa kereta baru yang letaknya di Kalincit, di sekitar sawah dan lapangan, yang mencolok dan gampang dicari itu jembatan keretanya, jembatannya warnanya hitam(kayunya udah lama) itu kk bisa cari jejaknya, mau tau letak sebenarnya itu letaknya kk dari Stasiun Sokaraja lalu lurus, melewati jembatan putih dan cari jalan ke timur pokooknya sampai jalan - jalan di sekitar rumput dan lapangan, aku juga lupa, klo aku sih jalan - jalannya dari PG Kalibagor trus ada jalan lurus ke Pajerukan dan dah pol lalu belok kiri dan kuti jalan sampai ada kelihatan sawah(dah poll) lalu belok kiri dan lurus aja dan nanti keliatan jembatan itu!!!, kk ada foto jadul tentang perkereta apian sekitar Kalibagor, dan Sokaraja ga ?

miko wicaksono said...

Foto lori PG Kalibagor nggak ada, tapi kalo jalur rel lori PG Kalibagor, sebentar lagi bakalan saya upload di blog ini, untuk lokasi disebut diatas sudah saya jajahi, tunggu saja updatenya ... hehehehe

adi wahyu w said...

eks Jembatan lorinya sampai sekarang masih ada Mas,sekarang malah digunakan sebagai jalur penghubung kendaraan antara Pajerukan-Sokaraja Wetan,kalau yg di belakang eks stasiun sokaraja juga masih ada.

Jatmiko W said...

Adi Wahyu, jembatan yang deket desa Petir itu ya, kalo yang di belakang eks. Stasiun Sokaraja belum pernah menjumpainya.

salam

Anonymous said...

mas mantap bgt blog nya....saya sudah lama terobsesi sama yang namanya mblusukan jalur kereta api yang sudah tdk aktif.....lanjut terus mas

Jatmiko W said...

Anonymous, silahkan bergabung di FB Banjoemas Heritage, biasanya saya umumkan disana kalo ada blusukan bareng-bareng.
salam ..

Anonymous said...

Sayang ya sekarang sudah tinggal puing2 nya saj andaikat saja pemda nya mau membenahi bisa jadi obyek wisata yang bagu banget

Anonymous said...

Blog yg bagus mengingatkan suasana tahun 75 an, waktu itu masih sempat menyaksikan kereta dari stasiun timur menuju sokaraja. Sempat masuk juga ke pabrik gula kalibagor, lori tebu masih jalan waktu itu

Sigit
Yuliantosigit@yahoo.com

Louise said...

The 13th picture is of my grandfather, Ten Cate, and one of my aunts; I presume one of his older daughters as that picture was taken in 1905 or thereabouts. Very exciting to see.

Louise said...

One of the pictures of a man with his daughter standing on the front veranda of the home is my grandfather with one of my aunts, his oldest daughter!

Louise said...

One of the pictures of a man with his daughter standing on the front veranda of the home is my grandfather with one of my aunts, his oldest daughter!

Jatmiko W said...

Louise, thank you for visiting our blog, I am glad that I have written history is part of a family of your ancestors. With pleasure when you share a history and documents about your grandfather (Ten Cate) and Kalagor.

Untoro Suwito said...

But now just a ruin and no any one care . How can our hostory about banyumas tempo dulu tidak di jaga dan di lestarikan.dan sekarang terbengkalai tanpa jelas statusnya.

jalin atma said...

mantappp informasinya mendetail dan sumbernya jelas.ditunggu postingan selanjutnya.visit my site too
ST3 Telkom
and follow my social media instagram please :
Jalin Atma

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda !
Jangan lupa tinggalkan Nama dan alamat emailnya
Gunakan C-BOX di sidebar untuk komentar umum